Senin, 13 Januari 2014

            Surah: Al-Ikhlash (Memurnikan Ke-esaan Allah)

                         Kategori Surah: Makkiyah, Jumlah Ayat: 4 Ayat

1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
اللَّهُ الصَّمَدُ
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia".
وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

                             Surah: Al-Falaq (Waktu Subuh)

                                 Kategori Surah: Makkiyah, Jumlah Ayat: 5 Ayat

1. Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
2. dari kejahatan makhluk-Nya,
مِن شَرِّ مَا خَلَقَ
3. dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
4. dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul [1610],

[1610] Biasanya tukang-tukan sihir dalam melakukan sihirnya membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan meng-hembus-hembuskan nafasnya ke buhul tersebut.
وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
5. dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki".
وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

                        Surah: An-Naas (Manusia)

                                  Kategori Surah: Makkiyah, Jumlah Ayat: 6 Ayat

1. Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
2. Raja manusia.
مَلِكِ النَّاسِ
3. Sembahan manusia.
إِلَهِ النَّاسِ
4. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi,
مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
5. yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
6. dari (golongan) jin dan manusia.
مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ

12 golongan orang yang didoakan oleh para Malaikat

1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci".

(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)

2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'"

(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)

Rabu, 25 Desember 2013

Ucapan Selamat Natal, Satu Kalimat Yang Fatal Akibatnya

"Mengucapkan selamat Natal dari seorang Muslim kepada Nashrani jelas haram hukumnya. Orang yang berakal sehat pasti menolak hal ini. Logika mudahnya saja, tidak perlu dipersulit dengan bermacam-macam syubhat dan keraguan serta pelintiran ayat dan hadits. Perayaan Natal adalah kesyirikan dan kesyirikan adalah dosa terbesar karena menyekutukan Allah yang Maha Esa dalam ibadah. Jika kita ucapkan selamat, tentu kita ikut berbahagia atau minimal ridha terhadap hal tersebut.
Misalnya ada yang membunuh Ibu atau keluarga kita (dosa membunuh lebih ringan dari dosa kesyirikan), kemudian kita berikan selamat pada pembunuh tersebut? Apakah ini logis? Padahal ibu kita yang melahirkan, membesarkan dan mendidik kita dengan kasih sayang dan tidak akan bisa kita balas? Nah, bagaimana jika kita malah memberi selamat terhadap orang yang melakukan pelanggaran terhadap hak Allah? Padahal Allah yang menciptakan dan memberikan taufik kepada Ibu kita agar mencurahkan kasih sayang kepada kita? Allah yang telah memberikan segalanya kepada kita?

Ucapan Selamat Natal, Ulama Dahulu dan Sekarang

“Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama.”
Bahkan jauh-jauh hari saja para sahabat Nabi sudah katakan jauhilah perayaan non-muslim, bukan malah dekati.
Umar berkata,
اجتنبوا أعداء الله في أعيادهم
“Jauhilah musuh-musuh Allah di perayaan mereka.”

Mengapa Mungucapkan “Selamat Tahun Baru” Haram?

Pertama, dengan memahami sejarah munculnya perayaan tahun baru, kita bisa memastikan bahwa tahun baru Masehi sejatinya termasuk bagian perayaan orang non muslim dan masih satu rangkaian dengan kegiatan mereka selama Natal. Keterangan tentang ini telah dikupas dalam artikel berikut:

Kedua, kaidah baku yang kita pahami, kita dilarang untuk turut merayakan atau memberi ucapan selamat untuk perayaan orang kafir. Ibnul Qoyim mengatakan,
وأما التهنئة بشعائر الكفر المختصة به فحرام بالاتفاق، مثل أن يهنئهم بأعيادهم وصومهم، فيقول: عيد مبارك عليك، أو تهنأ بهذا العيد ونحوه
“Memberi ucapan selamat terhadap salah satu syiar orang kafir hukumnya haram dengan sepakat ulama. Semacam memberi ucapan selamat kepada mereka dengan hari raya mereka atau puasa mereka. Semisal mengucapkan, hari raya yang diberkahi untukmu, atau memberi ucapan selamat dengan hari raya tersebut dan semacamnya.”